how he deals with such intolerable pain

hari rabu. tiga mata kuliah datang berurutan mengisi jadwal. saya kira kelelahan hari ini hanya sampai jam tiga saja. ternyata tugas lain datang sebagai tanggung jawab anggota sebuah kepanitiaan. ‘besok udah di tempel ya. karena publikasinya kok kurang ya?’ begitu kata salah satu orang yang berwenang. ada dua hal yang langsung melesat di dalam kepala seperti mobil-mobil balap mengejar gelar juara. satu, usaha saya selama ini seolah sia-sia. dua, pemberitahuan mendadak semacam ini hanya membuat kesempatan saya untuk berbuat lebih baik semakin kecil. hal ini nantinya berpotensi besar untuk gagal total dan berubah menjadi reruntuhan beban yang menimpa saya. belum lagi tekanan tambahan dari orang-orang yang memang, tampaknya, hobi memberi tekanan. gemas, tapi toh tetap saya coba kerjakan.

sore ini mr toraja datang dan kami sudah berjanji menghabiskan waktu bersama. tiba-tiba, datanglah nyeri di perut. nyeri tidak terkira sebagai ancang-ancang datangnya tamu yang rutin mengunjungi setiap bulan. tumben, biasanya tidak pakai nyeri. tapi yang ini bahkan sepertinya berkomplikasi dengan nyeri maag dan masuk angin akibat ngeyel tidak makan tepat waktu. saking sakitnya, saya memukul, mencakar dan mencubit mr toraja seperti calon ibu-ibu yang akan melahirkan. akhirnya saya terpaksa istirahat di kamar sementara mr toraja menunggu tenang di ruang tamu. bodohnya, saya malah ketiduran selama satu jam meninggalkan mr toraja memandangi dinding yang dingin di ruang tamu.

setelah saya bangun, mr toraja tidak juga menjadi prioritas. saya malah sibuk membuat poster yang harus ditempel besok dan lalu meminta mr toraja mengantar saya meminta ‘tanda tangan izin menempel’ di kampus. setelah itu ia mengantar saya (lagi) ke tempat fotokopi di stasiun. karena harus menjaga kendaraannya, mr toraja tidak ikut saya menyeberangi rel berkompromi dengan mas-mas fotokopi. di tengah desingan suara mesin fotokopi, saya tersadar betapa saya bergelut dengan keringat, sakit kepala dan sisa nyeri di perut untuk sampai kesini. belum lagi ada orang yang saya kecewakan sedang menunggu saya untuk kesekian kalinya. dan orang itu tidak sekalipun mengeluh atau mengumpat. hanya meluncurkan kata-kata dukungan dan semangat dari mulutnya.

tidak lama, mr toraja harus pulang tanpa sempat memiliki obrolan berkualitas dengan saya. huff maaf sayang, tapi perjuangan belum selesai. tujuh puluh lima lembar poster ini perlu ditempeli lem agar besok tinggal ditempel. berjibaku!

pegal dan ngilu sudah menunggangi bahu. tapi ungkapan ini tidak bisa menunggu lagi. mr toraja, terima kasih banyak untuk hari ini. lucu rasanya, bahwa kelak setiap saya melihat poster-poster bodoh ini di dinding kampus, saya akan teringat kepada salah satu dari sekian juta kehangatan yang kamu beri untuk saya.

8 thoughts on “how he deals with such intolerable pain

  1. wiiiidiiiih,,,,mantep juga tuh si mr torajaeh,,dia ga mengeluh apa emang mukanya udah begitu adanya nya,,,jadi lo ga bisa bedain mana muka seneng mana muka ngeluhahahahaheh lo udah kuliahpadahal besok nih minggu rencananya g mu ajakin anak2 mkn pempek di rumah,,,tapi kayaknya pada ga bisa sehc kunil ujianphya dah balikrani ga liburnah lo pegimane yah???g blm sempet sms lo udah baca ini duluan…ahahahahaeh,,g mau nanya dong kenapa isi KRS tuh begitu rumit yah???g juga ribet kayak ulet tau ga seh ngisinyabikin bete ajamana lemot lagitapi g mending seh isinya online jadi dari rumah gitu…kemaren seh d warnetbikin tambah gila aja…semua g banting2ahahahaha

  2. @nienmakasih hae gyoo, semangkaaaa!@nico. hehe mr toraja emang sengaja dirahasiakan biar kesannya mistis dan misterius (halah..)@inggolkayanya sih emang mukanya memprihatinkan begitu ya nggol? buehehehehe.@nesyamakasih banyak nesya cuantik. padahal mah belum tentu dibaca orang juga tu poster hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s