Astral Astria – Paris Pandora

Ini mungkin telat banget, tapi saya baru menyelesaikan novel dwilogi karya Fira Basuki ini beberapa hari lalu. Sebenarnya saya sudah lama menyelesaikan Astral Astria tapi baru sekarang sempat baca logi keduanya, Paris Pandora.

Kedua buku ini berkisah seputar satu tema besar, yakni, spiritualitas seorang Astria, gadis cantik yang konon merupakan titisan Ratu Sima. Fira Basuki, as she always does, memasukkan unsur budaya Jawa yang kental dengan hal mistis dan spititual. Saya sendiri merasa pada dwilogi ini unsur tersebut diberikan porsi yang sangat besar dan bukan hanya sebagai pendamping cerita seperti biasanya. Untuk pembaca yang sebelumnya tidak pernah membaca karya Fira mungkin akan sedikit bingung, kaget atau kesal dengan ‘ocehan mistis’ yang tersaji di dalam buku. Namun jika dimaknai lebih lanjut, pembaca dapat melihat betapa dalamnya pengetahuan penulis tentang kebudayaan Jawa. ‘Ocehan’ tersebut justru menawarkan perspektif baru bagi pembaca mengenai asal-usul dan filosofi dibalik kegiatan adat jawa yang seringkali dianggap melanggar ketentuan agama.

Astral Astria berfokus pada perjalanan (astral) yang dilakukan Astria di dunia ‘antara’ atau dunia antara hidup dan mati. Disana ia bertemu beberapa tokoh lain yang masing-masing memiliki kisah pilu yang berjalan secara paralel di sepanjang alur cerita. Sementara Paris Pandora lebih berfokus pada perjalanan Astria yang mencari harta dan cinta sejatinya. Pada logi kedua, Fira sangat menekankan pentingnya kekuatan rohani seperti pikiran, hati dan keyakinan manusia. Selain itu ia juga menyertakan tokoh-tokoh fantasi seperti gargoyle dan naga.

Tapi memang penggemar Fira sekalipun mungkin agak sulit mencerna kisah di awal buku Astral Astria karena alur yang bergerak maju-mundur dan percakapan yang tidak jelas pelakunya. Namun ketika pembaca sudah tahu tek-tok atau ‘rumus’ membacanya, niscaya mereka akan menikmati dwilogi ini. Ungkapan yang paling tepat mungkin Okashii kedo ii yo, aneh tapi bagus kok. Cocok untuk pembaca yang lebih menginginkan filosofi dan kontemplasi dalam suatu jalinan cerita serta menomorduakan alur standar. Dan satu lagi, menurut saya desain cover kedua buku ini digarap dengan apik. Sangat indah, nyeni dan catchy.

6 thoughts on “Astral Astria – Paris Pandora

  1. setiap kali ke toko buku, gw selalu tertarik sm dwilogi ini, karena pengarangnya Fira Basuki. tapi gw emang udh ada feeling klo bakal bingung baca ini novel. hahahaha. makanya akhirnya sampe sekarang ga pernah baca keduanya..

  2. Jadi inget buku fira basuki jendela-pintu-atap sama biru.

    Ah, nya, gue aja baru tau buku dengan cover catchy itu bukunya fira basuki.
    Gue kira pengarang 'standar' makanya gue liat, sentuh, dan baca bagian sinopsis di sampul blkng pun kaga! Hahahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s