Neng, pulang Neng.

“Anaaak, dimana anaaaak? jam berapa sampe rumah?”
Abah. Kalau beliau masih ada, pasti hampir tiap sore ada pertanyaan kayak gini.
“Neng, dimana? sampe jam berapa di kantor? sampe malem ngga? MAU DIJEMPUT NGGA?”
Mamah. Kalau gue agak-agak ada deadline dan pulang sedikit lebih telat.
“Lagi deadline ya? kata mamah mau dijemput gak?”
Teteh. Pada situasi yang sama, tapi dengan intonasi yang jauh lebih kalem dan memaklumi. Kemungkinan besar didorong sama mamah untuk bertanya.
“Dimana? pulang jam berapa lu?”
Aa. Lumayan sering. Mungkin khawatir sama adik perempuannya.
“Udah sampe mana sayang? kasih kabar ya?”
Omo. Kekasih sesama pekerja. Di sela-sela istirahat nya sepulang kantor di belahan lain Jakarta.
“Masih lama ngga? gue tungguin deh.”
Vanie. Dengan tulusnya, kalo kerjaan dia sudah selesai duluan dan gue masih rempong.
“Mau bareng sampe pintu tol ngga?”
Ayu. Dia, kebaikannya, dan motor gaulnya.
“Neng, ayo pulang. Udah malem. Ayo, ayo pulang!”
Supir bus. Berasa gue bini apa anaknya kali.
a little bit of this, a little bit of that.
Pulang adalah momen dan proses yang sangat menyenangkan.

2 thoughts on “Neng, pulang Neng.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s