Tips-tips Cetar Traveling ke Jepang

Mumpung semangat, sekalian gue beberkan tips-tips ciamik selama traveling di Jepang:

Penginapan

  • Selama di Jepang, gue kombinasikan antara menginap di hotel dan homestay supaya bisa merasakan berbagai sensasi tinggal di Jepang. Untuk hotel percayakan sama booking.com, sementara untuk homestay cobain deh airbnb.com. Keduanya bisa bayar pakai kartu kredit.
  • Masing-masing situs di atas dilengkapi fitur free cancellation tapi tentu saja ada syarat dan ketentuan. Artinya ada kamar yang bisa dibatalkan secara gratis selambatnya 3 hari sebelum menginap, tapi ada juga yang strict kalau mau batalin harus seminggu sebelumnya. Jika melanggar, kita akan kena cas 50%-100% dari harga.
  • Teliti spek lokasi, fasilitas kamar, dan fasilitas umum yang ditawarkan. Yang penting pilih yang dekat stasiun dan konbini (minimarket). Kamar paling nggak harus ada AC. Di homestay gue di Tokyo, pemiliknya bahkan nyediain mesin cuci + pengering yang bisa dipake gratis. Itu alasan gue berani bawa baju cuma 6 biji buat 11 hari perjalanan.
  • Rata-rata gue keluar duit Rp 500-700 rb per malam untuk kamar privat isi dua orang. Pilihan yang lebih murah bisa cobain 1 kamar hostel atau homestay rame-rame. Eke sih males.
  • Jam Check-In Check-Out di Jepang agak bikin kezel sih. Check-In biasanya baru bisa jam 3 atau 4 sore. Sementara kita sudah harus Check-Out rata-rata jam 10 atau 11 pagi.

Transportasi

  • Berhubung gue adalah anker (anak kereta) sejati, tips-tips tentang transportasi andalan ini akan gua bahas dalam 1 judul sendiri di sini. Hahahahaha. Selamat berkereta!!
  • Tarif taksi itu mahligai bahana alias mahal banget di Jepang. Gue pernah terpaksa banget naik taksi dari bandara ke hotel karena udah larut dan ketinggalan shuttle. Cuma sekitar 10 menit tarifnya 1250 yen saudara-saudara. Equals to 146.250 rupiah. Giling kan? Kalo nggak terpaksa banget nggak usahlah.
  • Selain kereta, bus juga bisa jadi andalan terutama di kota seperti Kyoto yang pemandangannya asik banget buat manjain mata. Untuk perpindahan antar kota (Tokyo-Kyoto), atau perjalanan agak jauh (Tokyo-Gunung Fuji), gue dan suami juga menggunakan bus.

Makanan dan Minuman Halal

  • Bawa botol minum kosong dari rumah. I repeat, bawa botol minum kosong dari rumah. Sepuluh hari di Jepang gue nggak pernah beli air mineral karena air keran di hampir seluruh wilayah Jepang itu bisa diminum. Fantastis. Cukup isi botol sepuasnya dan minum sampai kembung. Kalo pingin yang manis-manis, itu milk tea dan chocolate milk dalam cup (kayak Teh Gelas) merk 7/11 enak banget kak rasanya. Bisa dibeli di konbini (convenient store / minimart). Harganya sekitar 130 yen. Sok dicoba.
  • Jujur aja, cari makanan halal yang khas Jepang itu agak-agak susah. Selama di sana, gue dan suami sering banget makan onigiri isi salmon atau tuna, telur rebus, dan buah yang dibeli di konbini seperti 7/11, Family Mart, atau Lawson. Seriously, toko-toko ini hampir selalu ada di sejauh mata memandang.
Makanan andalan yang bisa disamber di konbini kapan saja
  • Kalau nggak bekal onigiri, kami mengandalkan restoran-restoran muslim khas Turki, Pakistan dan India. Selengkapnya Insya Allah ada di postingan gue mendatang.
  • Sementara, makanan khas Jepang Halal yang sudah gue dan Omo coba adalah:
    • Ramen di Naritaya Ramen, Asakusa, Tokyo (700 yen)
    • Yakisoba di Sekai Cafe, Asakusa, Tokyo (900 yen)
    • Dango di Sanuki Chaya, Kawaguchiko (320 yen)
    • Salmon Onigiri (280 yen), Tamagoyaki (100 yen), dan bakpau pasta ikan – bulu babi yang entah apa namanya (320 yen) di Tsukiji Fish Market, Tokyo
    • Kakigori atau es serut topping green tea dan kacang merah di Kiyomizudera, Kyoto (600 yen)
    • Sate Kepiting di Fushimi Inari Taisha, Kyoto (500 yen)
    • Takoyaki hanya dengan soy sauce dan katsuobushi di Imazato, Osaka
    • Misushiro, Sashimi, Salad Katsuobushi di Ganko Zushi, Osaka (gretongan ditraktir)
    • Gyudon (600 yen), Kamatama Udon (600 yen), dan Tempura (300 yen) di Sanuki Udon, Kansai Airport Osaka

Kartu-kartu Sakti

  • Pasmo/ Suica/ Icoca. Apa sih itu? Pada dasarnya, kartu-kartu ini adalah uang elektronik semacam BCA Flazz atau Mandiri e-Money gitu. Di Jepang, rata-rata orang bayar transportasi kereta dan bus pakai kartu ini. Tinggal tap dan secara otomatis saldo akan berkurang. Selain untuk transportasi, kartu ini juga enak buat dipake belanja di konbini, bahkan Daisho. Selengkapnya tentang cara isi saldo, tempat membeli, cara menggunakan dan lain-lain bisa dilihat di sini.
  • Dulu, Pasmo dan Suica hanya bisa digunakan di Kanto (Tokyo dan sekitarnya), sementara Icoca hanya bisa digunakan di area Kansai (Kyoto, Osaka, Kobe, Nara, dll). Tapi sekarang, tiga kartu tersebut bisa digunakan baik di area Kanto maupun Kansai. Punya salah satu kartu ini akan sangat mempermudah hidup lo. Gue pribadi dan suami beli Pasmo di mesin di stasiun pertama yang kita datangi (Anamori-Inari) dan kartu ini berguna sampai akhir liburan.
Biasanya gue isi langsung 5000 yen. Deposit 500 yen, jadi saldo 4500 yen

Koper

  • Ukuran koper sebenernya nggak akan terlalu masalah. Setiap stasiun rata-rata dilengkapi eskalator dan lift sehingga lebih mudah mobilisasi sambil bawa koper. Tapi kami pribadi pilih koper ukuran kabin (American Tourister Quader 32R Cabin Size) karena akan ada saat-saat kita riweuh angkat-angkat koper untuk naik turun bus, berhenti di stasiun yang nggak ada lift nya, atau pindah dari satu kota ke kota lain.
  • Takkyubin atau Takuhaibin adalah jasa pengiriman dan antar barang door-to-door di seluruh area Jepang. Nah nah nah nah, berhubung gue dan Omo itu males ribet, sudahlah kita bawa kopernya kecil, kita takkyubin-kan pula dua koper itu dari homestay Tokyo ke hotel Kyoto, maupun dari hotel Kyoto ke homestay Osaka. Jasa ini sangat aman, terpercaya dan tepat waktu, meskipun memang harganya agak lumayan. Satu koper ukuran sedang dihargai sekitar 1000 yen. Takkyubin bisa dipesan di hotel, bahkan di konbini. Gue pernah kok sekali pesan dari Lawson. Cukup serahkan kopernya, dan penjaga hotel / Lawson akan membantu mengisi formulir dengan alamat yang kita tuju. Cus, gue tinggal lenggang kangkung dan koper itu akan tiba di alamat tujuan keesokan harinya sesuai dengan jam yang kita pesan.
Takkyubin Koper
Formulir Takkyubin yang dibantu diisiin sama penjaga hotel. Yang penting catatan alamat kita lengkap.
  • Loker di stasiun bisa jadi pilihan untuk nitipin koper. Rata-rata stasiun besar pasti punya loker yang dioperasikan pakai koin kok. Biasanya, loker ukuran sedang-besar dihargai 500 yen untuk dipakai seharian.
  • Titip hotel/ homestay. Meskipun rata-rata hotel atau penginapan baru bisa check-in jam 3 atau 4 sore, kita boleh banget kok datang duluan buat nitip koper. Jadi jalan-jalan pun bisa lebih bebas.

Gimana? Asik? Tunggu postingan tentang Jepang selanjutnya yaaa. Mudah-mudahan bermanfaat 🙂

One thought on “Tips-tips Cetar Traveling ke Jepang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s