Cappadocia: Berasa Sherina Ngejar-ngejar Balon Udara

Ibaratnya kalo Istanbul itu cocok buat wisata budaya dan arsitektur, Cappadocia itu lebih cocok buat yang pengen mengeksplor pesona alam Turki.

Meski perjalanan Istanbul-Cappadocia bisa ditempuh dengan bus (tapi 8 jam bok!), gue sama Omo memilih untuk naik pesawat selama 1 jam 20 menit. Kita pesan Turkish Airline secara online sejak di Jakarta. Alhamdulillah dapet lumayan murah (1 juta pp per-orang).

Dari bandara Ataturk Istanbul kita mendarat di bandara Nevsehir Cappadocia. Dari Nevsehir menuju ke hotel kita di daerah Goreme itu kita harus naik shuttle yang tersedia dalam bentuk Mercedez Sprinter. Nah si shuttle ini harus dibooking paling nggak sehari sebelumnya melalui tour agency atau hotel. Setelah gue bandingin, ternyata harga yang ditawarin hotel lebih murah loh (20 Lira) dibandingin agency (8 Euro).

Hotel di Goreme
Hotel pilihan kita adalah Elite Stone House yang gue pesan lewat booking.com. Dengan harga mure (Rp400rb per-malam), kita udah dapet kamar luas berarsitektur batu yang kece badai.

image
Elite Stone House

Kalo mau arsitektur yang lebih otentik, coba cari hotel yang ada istilah cave, karena itu berarti hotel betul-betul dibangun di dalam gua asli.

Balon Udara
Sayang nggak sih kalo ke Goreme nggak naik balon udara? Sayang sih, tapi gue lebih sayang sama laki gue yang fobia ketinggian dan nggak sanggup naik balon hahahahaha. Tur balon udara ini bisa dipesan melalui hotel atau tour agency. Harganya bervariasi tapi yang paling murah adalag 120 Euro per orang. Dengan harga segitu, 1 keranjang balon akan diisi 20-28 orang.

Buat yang memutuskan nggak mau naik balon kayak gue, tetap bisa merasakan petualangan kok. Begitu melihat balon mulai berterbangan dari kejauhan, kita langsung lari-lari menuju sana.

Karena kekeuh mau liat balon dari dekat, gue maksa Omo manjat-manjat bukit, ngelewatin kuburan, ngelewatin rumah-rumah gua, sampe akhirnya kita berdiri di atas bukit yang cuma beberapa puluh meter jaraknya dari balon terdekat yang sedang terbang. Di bukit itu nggak ada siapa-siapa cuma kita berdua, kedinginan gara-gara lupa pake baju tebel pas ngejar-ngejar balon.

image
Sekalian promosi tas cantik tapi enteng, tahan air, roomy dan reliable. Cek IG kita sis di @tazaya.id
image
Balon terbang khas Cappadocia. Wajib naik kalo emang mampu. Hahahaha #liriksuami
image
Garis putih itu ternyata bukan bintang jatuh, bukan pesawat tempur, tapi untuk weather forecast

Puas nontonin dan dadah-dadah ke balon-balon yang lewat, kita menuruni bukit dengan rasa puas menuju penginapan lagi. Di tengah jalan kita beli air minum di warung kecil. Gue juga sempet jajan wafer cokelat semacem supermen yang aselik enak, tebel, renyah, gede.

image
Semacam supermen tapi lebih enyak

Selesai jajan, kita jalan kaki menuju hotel sambil gandengan penuh cinta uhukk. Istirahat sebentar dan siap-siap dijemput untuk Cappadocia Green Tour!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s